Prinsip I'tidal dalam Beragama
AL-I’TIDAL
Pujiman, S.Ag
(Kankemenag Kabupaten Kebumen)
Prinsip I’tidal dalam Agama
Al-I’tidal
dalam Agama adalah suatu prinsip tegak lurus, tidak mencla-mencle, tegak
berdiri seperti Bahasa Pasemon Orang Jawa, yaitu “WONG URIP IKU KUDU DUWE
TEKEN, TEGESE TEKEN, TEKUN, TEKAN, TAQWA”. Ibarat seorang laki-laki yang sudah
diberi teken atau tongkat sejak lahir, yang akhirnya dalam Bahasa Agama diberi
Tugas pokok sebagai pemimpin.
al-i'tidal atau
tegak lurus. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ
شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ
تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ
اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu sekalian menjadi orang-orang yang tegak membela (kebenaran) karena Allah menjadi saksi (pengukur kebenaran) yang adil. Dan janganlah kebencian kamu pada suatu kaum menjadikan kamu berlaku tidak adil. Berbuat adillah karena keadilan itu lebih mendekatkan pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS al-Maidah: 8)
Comments
Post a Comment